Menu

Sabtu, 27 Juli 2013

Imut Dan Lucu !! 47 Kucing-kucing Fotogenik dengan Pose Unik!


Kucing( Felis silvestris catus) adalah sejenis karnivora.Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 6.000 tahun SM, dari kerangka kucing di Pulau Siprus. Orang Mesir Kuno dari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang menyimpan hasil panen.

Kucing peliharaan atau kucing rumah adalah salah satu predator terhebat di dunia. Kucing ini dapat membunuh atau memakan beberapa ribu spesies,kucing besar biasanya kurang dari 100. Tetapi karena ukurannya yang kecil, kucing tidak begitu berbahaya bagi manusia.

Kucing biasanya dipelihara karena tingkahnya yang lucu dan menggemaskan. Tidak jarang ditemui kucing dengan pose yang tidak biasa dan sangat menggemaskan, sehingga semakin banyak orang ingin memeliharanya






















































( Baca Selengkapnya )

Hudzaifah, Pemegang Rahasia Rasulullah



Hudzaifah Ibnul Yaman lahir di rumah tangga Muslim, dipelihara dan dibesarkan dalam pangkuan kedua orang tuanya yang telah memeluk agama Allah, sebagai rombongan pertama.
Oleh sebab itu, Hudzaifah telah Islam sebelum dia bertemu muka dengan Rasulullah. Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, Hudzaifah selalu mendampingi beliau bagaikan seorang kekasih. Hudzaifah turut bersama-sama dalam setiap peperangan yang dipimpinnya, kecuali dalam Perang Badar.
Dalam Perang Uhud, Hudzaifah ikut memerangi kaum kafir bersama dengan ayahnya, Al-Yaman. Dalam perang itu, Hudzaifah mendapat cobaan besar.
Dia pulang dengan selamat, tetapi bapaknya syahid oleh pedang kaum Muslimin sendiri, bukan kaum musyrikin. Kaum Muslimin tidak mengetahui jika Al-Yaman adalah bagian dari mereka, sehingga mereka membunuhnya dalam perang.
Rasulullah menilai dalam pribadi Hudzaifah Ibnul Yaman terdapat tiga keistimewaan yang menonjol. Pertama, cerdas, sehingga dia dapat meloloskan diri dalam situasi yang serba sulit.
Kedua, cepat tanggap, berpikir cepat, tepat dan jitu, yang dapat dilakukannya setiap diperlukan. Ketiga, cermat memegang rahasia, dan berdisiplin tinggi, sehingga tidak seorang pun dapat mengorek yang dirahasiakannya.
Kesulitan terbesar yang dihadapi kaum Muslimin di Madinah ialah kehadiran kaum Yahudi munafik dan sekutu mereka, yang selalu membuat isu-isu dan muslihat jahat.
Untuk menghadapi kesulitan ini, Rasulullah memercayakan suatu yang sangat rahasia kepada Hudzaifah Ibnul Yaman—dengan memberikan daftar nama orang munafik itu kepadanya. Itulah suatu rahasia yang tidak pernah bocor kepada siapa pun hingga sekarang.
Dengan memercayakan hal yang sangat rahasia itu, Rasulullah menugaskan Hudzaifah memonitor setiap gerak-gerik dan kegiatan mereka, untuk mencegah bahaya yang mungkin dilontarkan mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin.
Karena inilah, Hudzaifah Ibnul Yaman digelari oleh para sahabat dengan "Shahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah).
Pada puncak Perang Khandaq, Rasulullah memerintahkan Hudzaifah melaksanakan suatu tugas yang amat berbahaya. Beliau mengutus Hudzaifah ke jantung pertahanan musuh, dalam kegelapan malam yang hitam pekat.
"Ada beberapa peristiwa yang dialami musuh. Pergilah engkau ke sana dengan sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan data-data yang pasti. Dan laporkan kepadaku segera!" perintah beliau.
Hudzaifah pun bangun dan berangkat dengan takutan dan menahan dingin yang sangat menusuk. Maka, Rasulullah berdoa, "Ya Allah, lindungilah dia, dari depan, dari belakang, kanan, kiri, atas, dan dari bawah."
"Demi Allah, sesudah Rasulullah selesai berdoa, ketakutan yang menghantui dalam dadaku dan kedinginan yang menusuk-nusuk tubuhku hilang seketika, sehingga aku merasa segar dan perkasa," tutur Hudzaifah.
Tatkala ia memalingkan diri dari Rasulullah, beliau memanggilnya dan berkata, "Hai Hudzaifah, sekali-kali jangan melakukan tindakan yang mencurigakan mereka sampai tugasmu selesai, dan kembali kepadaku!"
"Saya siap, ya Rasulullah," jawab Hudzaifah. Hudzaifah pun pergi dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati sekali, dalam kegelapan malam yang hitam kelam.
Ia berhasil menyusup ke jantung pertahanan musuh dengan berlagak seolah-olah anggota pasukan mereka. Belum lama berada di tengah-tengah mereka, tiba-tiba terdengar Abu Sufyan memberi komando.
"Hai, pasukan Quraisy, dengarkan aku berbicara kepada kamu sekalian. Aku sangat khawatir, hendaknya pembicaraanku ini jangan sampai terdengar oleh Muhammad. Karena itu, telitilah lebih dahulu setiap orang yang berada di samping kalian masing-masing!"
Mendengar ucapan Abu Sufyan, Hudzaifah segera memegang tangan orang yang di sampingnya seraya bertanya, "Siapa kamu?" Jawabnya, "Aku si Fulan, anak si Fulan."
Sesudah dirasanya aman, Abu Sufyan melanjutkan bicaranya, "Hai, pasukan Quraisy. Demi Tuhan, sesungguhnya kita tidak dapat bertahan di sini lebih lama lagi.
Hewan-hewan kendaraan kita telah banyak yang mati. Bani Quraizhah berkhianat meninggalkan kita. Angin topan menyerang kita dengan ganas seperti kalian rasakan. Karena itu, berangkatlah kalian sekarang dan tinggalkan tempat ini. Sesungguhnya aku sendiri akan berangkat."
Selesai berkata demikian, Abu Sufyan kemudian mendekati untanya, melepaskan tali penambat, lalu dinaiki dan dipukulnya. Unta itu bangun dan Abu Sufyan langsung berangkat.
Seandainya Rasulullah tidak melarangnya melakukan suatu tindakan di luar perintah sebelum datang melapor kepada beliau, tentu ia akan membunuh Abu Sufyan dengan pedangnya.
Hudzaifah Ibnul Yaman sangat cermat dan teguh memegang segala rahasia mengenai orang-orang munafik selama hidupnya, sampai kepada seorang khalifah sekali pun. Bahkan Khalifah Umar bin Khathtab, jika ada orang Muslim yang meninggal, dia bertanya, "Apakah Hudzaifah turut menyalatkan jenazah orang itu?" Jika mereka menjawab, "Ada," Umar turut menyalatkannya.
Suatu ketika, Khalifah Umar pernah bertanya kepada Hudzaifah dengan cerdik, "Adakah di antara pegawai-pegawaiku orang munafik?""Ada seorang," jawab Hudzaifah.
"Tolong tunjukkan kepadaku siapa?" kata Umar. Hudzaifah menjawab, "Maaf Khalifah, saya dilarang Rasulullah mengatakannya."
Walau demikian, amat sedikit orang yang mengetahui bahwa Hudzaifah Ibnul Yaman sesungguhnya adalah pahlawan penakluk Nahawand, Dainawar, Hamadzan, dan Rai.
Dia membebaskan kota-kota tersebut bagi kaum Muslimin dari genggaman kekuasaan Persia. Hudzaifah juga termasuk tokoh yang memprakarsai keseragaman mushaf Alquran, sesudah kitabullah itu beraneka ragam coraknya di tangan kaum Muslimin.
Ketika Hudzaifah sakit keras menjelang ajalnya tiba, beberapa orang sahabat datang mengunjunginya pada tengah malam. Hudzaifah bertanya kepada mereka,"Pukul berapa sekarang?"Mereka menjawab, "Sudah dekat Subuh."
Hudzaifah berkata, "Aku berlindung kepada Allah dari Subuh yang menyebabkan aku masuk neraka."Ia bertanya kembali, "Adakah kalian membawa kafan?"
Mereka menjawab, "Ada." Hudzaifah berkata, "Tidak perlu kafan yang mahal. Jika diriku baik dalam penilaian Allah, Dia akan menggantinya untukku dengan kafan yang lebih baik. Dan jika aku tidak baik dalam pandangan Allah, Dia akan menanggalkan kafan itu dari tubuhku."
Sesudah itu dia berdoa kepada Allah, "Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu, aku lebih suka fakir daripada kaya, aku lebih suka sederhana daripada mewah, aku lebih suka mati daripada hidup."
Sesudah berdoa demikian, ruhnya pun pergi menghadap Ilahi. Seorang kekasih Allah kembali kepada Allah dalam kerinduan. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya.



( Baca Selengkapnya )

Detik-detik Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol Yang Menewaskan 80 Orang

Detik-detik terjadinya kecelakaan kereta cepat di Spanyol



Sebanyak 80 orang tewas dan 95 lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan kereta cepat di pinggir Kota Santiago de Compostela, Spanyol, Kamis pagi, 25 Juli 2013.
Detik-detik kecelakaan kereta api terparah di Spanyol ini terekam kamera CCTV yang terpasang di perlintasan. 

Dari rekaman terlihat kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi itu tergelincir dan menghantam tembok pembatas sisi luar perlintasan. Kereta api yang dioperasikan perusahaan BUMN Spanyol, Renfe, membawa 247 orang. Kereta berangkat dari Madrid menuju Ferrol, bagian dari pantai Galicia. 

Pejabat berwenang pengadilan Spanyol, hari Jumat ini mulai melakukan penyelidikan terhadap salah satu masinis kereta cepat Renfe, Francisco Jose Garzon Amo.Fokus utama penyelidikan adalah soal kecepatan kereta saat insiden itu terjadi. Kantor berita BBC memberitakan, salah satu penyidik yang mengutip pernyataan masinis kereta mengatakan, saat itu kereta melaju dengan kecepatan 190 kilometer per jam dari yang seharusnya 80 kilometer per jam.

Menurut Presiden perusahaan kereta Renfe, Julio Gomez Pomar, masinis Amo memiliki pengalaman bekerja selama 30 tahun di perusahaannya. Selain itu, Amo sudah mengendarai kereta tersebut selama setahun terakhir.Pomar juga menepis anggapan bahwa salah satu kereta armadanya itu mengalami gangguan teknis, sehingga tergelincir dan keluar dari rel. "Semua armada kereta yang kami miliki diinspeksi tiap mencapai jarak 7.500 kilometer. Rekam jejak perawatannya sangat baik," ungkapnya kepada sebuah stasiun radio Spanyol. 

Selain itu, penyelidikan akan dilakukan pada kotak hitam kereta rute Madrid Ferrol tersebut. 




( Baca Selengkapnya )

Peneliti Temukan Terobosan untuk Tunda Kematian


 Cara untuk mencegah kematian manusia, masih teramat panjang
Meski terdengar menakutkan, kematian dipastikan akan menyambangi seluruh makhluk hidup di Bumi, tak terkecuali manusia. Tidak ada yang tahu kapan hari akhir itu akan datang.

Tapi, sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh penelitiInstitute of Health Aging di University College London, Inggris, melahirkan teori baru, yang sungguh mengagetkan. Riset itu menemukan bahwa sebenarnya proses kematian terjadi secara perlahan-lahan. Dan, yang lebih mengejutkan, proses kematian bisa ditunda.

Riset ini memang masih memakai cacing sebagai obyek uji coba. Para peneliti melihat indikasi datangnya kematian pada cacing melalui cahaya biru yang menjalar pada sel-sel di tubuhnya.

Cairan berwarna biru itu dikenal sebagai fluoresen, atau suatu zat yang telah menyerap sinar atau radiasi elektromagnet lain. Fluoresensi banyak digunakan dalam bidang mineralogi, gemologi, sensor kimia (spektroskopi fluoresensi), penandaan fluoresen, pewarnaan, dan detektor biologi.

Para peneliti mengamati proses kematian si cacing ternyata tidak terjadi di seluruh bagian tubuhnya secara serentak, tapi perlahan-lahan. Sebagai akibat dari suatu penyakit, sel-sel pada cacing mati satu per satu.

"Kami mengidentifikasi jalur kimia penghancuran tubuh cacing yang menyebabkan sel-selnya mati. Itu dapat kami lihat dari sinar fluoresen yang menyala di tubuh cacing," kata David Gems dari Institute of Health Aging di University College London.

"Gelombang kematian cacing dimulai dari usus yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Semakin cahaya biru itu menyebar ke seluruh tubuh cacing, maka cacing itu akan semakin mendekati kematiannya," ditambahkan Dr. Cassandra Coburn, peneliti utama riset ini, sebagaimana dilansir The Huffington Post, 26 Juli 2013.

"Ketika cahaya fluoresen itu memudar, maka itu menandakan cacing telah mati. Tapi, kami melihat memudarnya cahaya terjadi secara perlahan-lahan," jelas Gems.

Temuan ini memunculkan teori baru bahwa pemadaman cahaya fluoresen dapat diblokir terlebih dahulu untuk menunda kematian, dengan menyelamatkan sel-sel yang masih dalam keadaan baik.

"Ini membuktikan bahwa usia tua sebenarnya tidak mempengaruhi sel-sel yang ada di dalam tubuh. Tapi, kematian sel adalah sebuah aktivitas paralel," ungkap Gems.

Saat ini, tim sedang fokus mempelajari peristiwa biologis yang terjadi pada proses penuaan makhluk hidup. "Kami sedang memikirkan cara untuk mengganggu proses kimia yang menyebabkan kematian, sehingga kematian bisa ditunda," kata Gems.

Nyawa baru

Coburn mengatakan riset mengenai kematian ini hanya berlaku untuk cacing--untuk sementara ini. Apakah hal ini juga berlaku pada manusia?

Coburn tidak menjamin. Tapi, setidaknya temuan ini menjadi terobosan baru untuk menemukan indikasi ilmiah pada proses kematian manusia. "Pada akhirnya, kita bisa menemukan strategi untuk memperlambat proses penuaan dan mencegah kematian itu sendiri," jelas Coburn.

Menurut David Gems, rekan peneliti Coburn, serangan stroke, jantung, dan matinya sel disebabkan oleh berhentinya aliran darah di dalam tubuh.

"Jika kita mengamati kematian cacing, mungkin saja suatu hari nanti kita bisa memblokir kematian manusia dengan memberi aliran darah baru," kata Gems. "Kemungkinan ini yang perlu dikembangkan."

Dari temuan riset ini, diharapkan muncul obat baru yang dapat menghambat lajunya gelombang kematian. "Tapi, untuk dapat mencegah proses kematian, jalannya masih sangat, sangat jauh," Coburn menegaskan.

Berikut video penjelasan Coburn dan Gems tentang "cahaya biru kematian" itu:


Prediksi umur

Bicara tentang penuaan, serupa dengan penelitian di atas, riset lain yang dilakukan sekumpulan peneliti King College, Inggris, menemukan teknik baru dalam tes darah, yang bisa memprediksi seberapa cepat seseorang akan bertambah tua. 

Hasil penelitian ini seakan membuka jalan bagi pengembangan pengobatan penyakit yang berhubungan dengan penuaan seseorang.

Dilansir Telegraph, tim peneliti berhasil mengidentifikasi penanda kimia yang dikenal sebagai metabolit di dalam darah manusia, yang berhubungan erat dengan penuaan.

Hasil penelitian menunjukkan salah satu dari 22 metabolit yang ditemukan di dalam darah manusia bisa menunjukkan kondisi penuaan manusia.

Peneliti pun meyakini dengan teknik baru dalam tes darah ini manusia bisa megindetifikasi masalah penuaan, atau bahkan kematian.

Menurut Ana Valdes, peneliti utama di King College, 22 metabolit yang terkait dengan penuaan terdeteksi ada di dalam darah. "Dengan begitu, di masa depan kita bisa memprediksi umur dan penuaan seseorang dari sampel darahnya," kata Valdes. "Metabolit ini sangat unik, berhubungan kuat dengan usia dan penyakit seseorang."

Dia menjelaskan, metabolit secara spesifik juga berkaitan dengan fungsi paru-paru, kepadatan mineral pada tulang, serta berat pada saat manusia lahir.  "Itu bisa digunakan untuk mengetahui usia seseorang," ujar Valdes. (kd)






( Baca Selengkapnya )
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...